Ini adalah unek-unek saya yang banyak dikecewakan oleh performa para
muslimah yang nampak di depan kedua biji mata saya sehari-hari. Di
tengah kegembiraan banyak orang yang melihat kerudung pada saat ini
menjadi trending fashion banyak muslimah, saya sebenarnya gemas, kecewa,
galau dan marah, tapi juga bingung.
Pangkal kekecewaan saya adalah soal kesenjangan
antara kerudung dengan gaya hidup mereka. Mengapa banyak muslimah yang
berkerudung sekedar puas dengan berkerudung. Seolah-olah kerudung itu
sudah babak final dalam penampilan dan lifestyle, kenapa mereka tidak
mau meningkatkan kepribadian mereka, pemahaman mereka dan menjaga diri
mereka? Kenapa? Kenapa? Please, somebody help me!
Coba, pembaca
pikirkan, bagaimana saya tidak bingung melihat seorang muslimah
berkerudung tapi body mereka tampak melendung-melendung. Wajah manis
berkerudung dalam balutan kemeja ketat yang kancingnya seolah mau
meloncat karena ketarik bodi mereka yang sudah baligh, dan panggul ke
bawah dililit jeans ketat – malah ada juga yang nekat pake legging
(gubraaag) – sehingga ‘aset nasional’ mereka dikibarkan ke mana-mana.
Ukhtiiiiii….! Maaf kalau saya sarkastis, tapi Anda ini kan muslimah,
bukan hewan qurban yang dinilai dari bobot badan dan kemontokan tubuh.
Sapi dan domba qurban sengaja di-display-kan dengan vulgar di pinggir
jalan agar orang-orang yang mau berkurban ngiler untuk membelinya dan
mengurbankannya untuk fakir miskin.
Tapi ukhti kan muslimaaaah,
bukan kambing qurban. Semakin Anda tertutup semakin ‘mahal’ harga ukhti
di hadapan Allah, beda dengan hewan qurban yang semakin nampak sintal
bodinya makin mahal harganya. Pahamkah kekesalan saya, ukhti?!Ini bukan
berarti saya ini maho atau cowok KW. Bukan. Saya pria tulen.
Saya senang dengan kecantikan dan keindahan wanita karena itu kodrat
saya, tapi kan Allah melarang saya meneropong tubuh ukhti dari ujung
rambut ke ujung jempol.
Jadi, please, saya minta kerja samanya,
jangan bikin hidup saya yang susah jadi tambah susah. Kalau memang ukhti
cantik dan punya penampilan berkelas biarlah suami ukhty saja yang
nanti berhak untuk melihatnya. Saya masih lelaki dan saya masih takut
nambah saldo dosa.Pakaian ukhti bila keluar rumah adalah kerudung dan
baju panjang yang kita sebut jilbab. Itu yang diperintahkan Allah kepada
ukhti dan yang sekaum dengan Anda. Kalau ukhti senang dengan tank top,
baby doll, mini skirt, atau hotpants ya silakan dipakai di balik jilbab
ukhti. Tidak usah saya diajak mengintip semuanya.
Saya juga
gerah dan marah kala menyaksikan ada remaja berkerudung jadi alay-alay
di layar kaca. Entah di acara In***, D*****t, atau yang sejenisnya. Sama
saat saya juga geli dan ketawa garing ngeliat ukhti-ukhti berkerudung
ngantri tiket Justien Biber atau Lady Gaga!
Tapi bukan soal itu
saja yang membuat emosi saya kadang meradang melihat ukhti dan
teman-teman ukhti. Ada soal lain yang saya terus terang gerah dan jadi
garang. Apa? Pacaran! Saya sering geleng kepala kalau sudah melihat
akhwat berkerudung – apalagi berjilbab – berasyik masyuk dengan cowok
yang bukan mahram dan suami juga bukan.Boleh percaya atau tidak, ukhti,
saya pernah mendamprat – ini mungkin terlalu dramatisasi, tepatnya
mempermalukan – sepasang kekasih di dalam angkot. Keduanya siswa
almamater sekolah saya. Tapi yang bikin kepala panas adalah ceweknya
berkerudung rapih dan cowoknya berjenggoooot (saya saja sampai sekarang
belum sukses menumbuhkan jenggot!) Keduanya duduk di pojokan angkot dan
tangan tuh cewek ada dipangkuan cowoknya sambil diremas-remas.
!Astaghfirullah al-‘azhim!“Udah nikah, belum?” tanya saya panas.“Eh,
belum, Pak?” jawab tuh cowok blingsatan sambil melepaskan tangan
ceweknya. Untung nggak dilepaskan dari persendian badannya. Bla, bla,
bla, saya nasihatin mereka berdua. Entah keduanya paham omongan saya
atau tidak. Entah setelah itu mereka bubar pacaran atau malah menganggap
sikap saya sebagai ujian.
Di mana-mana saya sering lihat
akhwat berkerudung berasyik masyuk dengan pacar-pacar mereka. Di atas
motor Kawasaki Ninja yang keren ada akhwat yang lengket ke punggung
cowoknya ( jadi ingat seseorang...siapa ya...). Karena tuh motor Jepang
jok belakangnya nungging maka cewek berkerudung itu ikutan nungging dan
makin bersandar ke punggung cowoknya. Mungkin sambil berpikir bangga
‘cowok gue motornya keren’. nggak peduli pada komentar orang-orang yang
menyaksikannya. Saya sebaaal lihat ukhti seperti itu.
Saya juga
marah pada kawan saya yang pernah cerita kalau dia pernah diajak warga
menggerebeg sepasang mahasiswa yang sedang mesum di malam hari di bulan
suci Ramadhan. Ceweknya…..? Mahasiswi berkerudung! Coba bayangkan
saudara-saudara, keduanya ketangkap basah sedang mesum di bulan Ramadhan
pula! Saat orang berburu pahala, mereka malah saling berburu paha
(tanpa la). Kalau mereka orang atheis, saya nggak bakal marah. Tapi dia
berkerudung. Sad but true. Saya marah pada kawan saya itu kenapa story
buruk kayak begini harus diceritakan pada saya. Bikin saya makin sebal
pada ukhti berkerudung yang liar seperti itu. Tapi itu bukan
satu-satunya cerita, masih banyak cerita yang serupa yang saya dengar
dari kawan-kawan yang lain. Ada juga yang cerita kalau di antara cewek
berkerudung itu ada yang jadi wanita panggilan. Malah katanya tarifnya
premium call alias bisa lebih mahal karena kesannya eksotis dan
reliji.Saya jadi bertanya; untuk apa sih ukhti berkerudung? Apa makna
hijab dalam kehidupan ukhti? Tolong jawab 1 x 24 jam dari sekarang!
Sering saya dengar ada kalangan yang bilang ‘jilbabi dulu hatimu sebelum
tubuhmu’. Apa maksudnya? Sok berfilsafat tapi gajebo, ga’ jelas bo!
Nanti para cewek yang pakai hotpants bisa berdalih ‘ mas, jangan lihat
tubuh seksi saya, tapi rasakan hati saya yang berjilbab’ Pernahkah
ketika ukhti memutuskan untuk berkerudung apalagi berjilbab merenung
bahwa harus ada sebuah perubahan dalam hidup ukhti? Akan lebih terjaga,
lebih dekat kepada Allah, dan lebih berani meninggalkan
maksiat?Kekesalan itu saya tumpahkan di sini, biar ukhti baca kalau apa
yang ukhti lakukan itu berbahaya, dosa dan merusak korps akhwat
berkerudung dan berjilbab. Kalaupun ukhti tidak baca, saya berharap agar
ada yang meng-copy paste tulisan ini dan sharing ke mana saja agar
dibaca oleh ukhti dan yang se-alam dengan ukhti.
Untuk ukhti
yang sudah terlanjur membacanya dan marah-marah, saya harap agar malam
nanti merenung; sudah benarkah gaya hidup saya? Percayalah, mencopot
kembali kerudung bukan jawaban yang benar. Yang harus ukhti lakukan
adalah terus menyelam dalam ajaran Islam yang indah dan menyejukkan ini.
Banggalah sebagai akhwat berjilbab dan jagalah kehormatan diri sampai
mati. That’s all, ukhti fillah!
Ukhti ku Berkerudung...
Sumber : Islamic Motivation
Senin, 31 Desember 2012
KETIKA CINTA HARUS USAI...
Bismillahirrahmanirrahim...
Untukmu yang pernah singgah di hatiku..
Untukmu yang pernah hinggap di hidupku..
Untukmu yang pernah menjadi bagian masa laluku..
Terimakasih...Atas sepenggal episode dalam cerita hidupku.
Atas seberkas kisah yang mewarnai lembar masa laluku.
Atas manis dan pahitnya cinta palsu dalam perjalanan hidupku.
Maafkan aku..
Atas segala kebodohanku yang pernah mengagumimu kala itu.
Atas segala sikap pengecutku yang tak mampu membahagiakanmu saat itu dan atas segala kepalsuan rasaku dalam menyanjungmu masa itu.
Mengenalmu adalah hal terindah yang takkan aku sesali.
Kerana mengenalmu menyadarkan aku,sebodoh apa diri ini.
Dan merajut kisah bersamamu,mengajarkan aku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama.
Yakinlah..
Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla memisahkan aku darimu..
Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla menjauhkanmu dariku..
Melainkan Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagimu dan bagiku..
Kini,aku telah temukan bahagiaku meski tanpamu....
Membingkai surga dalam rumah tangga...
Merajut cinta dalam naungan ridha_Nya..
Yang banyak mengajarkan aku......siapa sejatinya diriku..
Semoga kelak kau temukan bahagiamu...
Dalam keberkahan yang dipenuhi Sakinah Mawaddah dan Rahmah...Aamiin
Sumber : Grup FB Strawberry
Untukmu yang pernah singgah di hatiku..
Untukmu yang pernah hinggap di hidupku..
Untukmu yang pernah menjadi bagian masa laluku..
Terimakasih...Atas sepenggal episode dalam cerita hidupku.
Atas seberkas kisah yang mewarnai lembar masa laluku.
Atas manis dan pahitnya cinta palsu dalam perjalanan hidupku.
Maafkan aku..
Atas segala kebodohanku yang pernah mengagumimu kala itu.
Atas segala sikap pengecutku yang tak mampu membahagiakanmu saat itu dan atas segala kepalsuan rasaku dalam menyanjungmu masa itu.
Mengenalmu adalah hal terindah yang takkan aku sesali.
Kerana mengenalmu menyadarkan aku,sebodoh apa diri ini.
Dan merajut kisah bersamamu,mengajarkan aku untuk tak tenggelam dalam kesalahan yang sama.
Yakinlah..
Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla memisahkan aku darimu..
Tidak semata-mata Allah Azza Wa Jalla menjauhkanmu dariku..
Melainkan Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagimu dan bagiku..
Kini,aku telah temukan bahagiaku meski tanpamu....
Membingkai surga dalam rumah tangga...
Merajut cinta dalam naungan ridha_Nya..
Yang banyak mengajarkan aku......siapa sejatinya diriku..
Semoga kelak kau temukan bahagiamu...
Dalam keberkahan yang dipenuhi Sakinah Mawaddah dan Rahmah...Aamiin
Sumber : Grup FB Strawberry
Seandainya Rasulullah Berkunjung Ke Rumah Kita
Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah tiba-tiba muncul
mengetuk pintu rumah kita…. Beliau datang dengan tersenyum dan muka
bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Mestinya
kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas
mempersilahkan masuk ke ruang tamu. Kemudian kita tentu akan meminta
dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita.
Beliau tentu tersenyum…..
Tapi, barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah. Kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Beliau tentu tetap tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota F4 atau nama teman-teman Sponge Bob. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang salat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.
Beliau tentu tersenyum…..
Belum lagi koleksi buku, kaset, dan karaoke kita. Ke mana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi.
Beliau tentu tersenyum…..
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu, sehingga kita terpakasa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakannya di ruang tamu.
Beliau tentu tersenyum…..
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal sholawat. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.
Beliau tentu tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan salat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Quran. Barangkali kita menjadi malu ketika kita tidak mengenali para tetangga di sekitar.
Beliau tentu tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih ada di situ…..
Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita….
Apa yang akan kita lakukan?? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Maafkan kali ya Rasulullah…..
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih, dan senyum getir…..
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.
Sumber : Buku Nutrisi Jiwa
Beliau tentu tersenyum…..
Tapi, barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah. Kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Beliau tentu tetap tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota F4 atau nama teman-teman Sponge Bob. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang salat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.
Beliau tentu tersenyum…..
Belum lagi koleksi buku, kaset, dan karaoke kita. Ke mana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi.
Beliau tentu tersenyum…..
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu, sehingga kita terpakasa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakannya di ruang tamu.
Beliau tentu tersenyum…..
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal sholawat. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.
Beliau tentu tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan salat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Quran. Barangkali kita menjadi malu ketika kita tidak mengenali para tetangga di sekitar.
Beliau tentu tersenyum…..
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih ada di situ…..
Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita….
Apa yang akan kita lakukan?? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Maafkan kali ya Rasulullah…..
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih, dan senyum getir…..
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.
Sumber : Buku Nutrisi Jiwa
Senin, 24 Desember 2012
Bersin dan Menguap
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membeci orang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya.” Shahih Bukhari, 6233.
Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersinterjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan. Bersin bisa menggerakan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas. (Fath-ul Baari: 10/6077)
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. Rasulullah bersabda:
Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari,6224)
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam!!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)
(alsofwah.or.id – 13 Ramadhan 1424/071103)
Kenapa ucap ALHAMDULILLAH SELEPAS BERSIN..?
Tahukah anda apabila kita bersin jantung kita berhenti daripada berfungsi. Bersyukurlah pada-Nya karena Allah sambung kembali denyut jantung kita lagi...
Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum” (HR. Bukhari, 6224)
Sabtu, 15 Desember 2012
Lepaskan Tali Penambat Perahu Anda dan Berlayarlah
Hidup kita diibaratkan sebuah perahu, yang terbuat dari kayu
terbaik, dilengkapi dengan alat-alat komunikasi yang lengkap, layar yang
gagah dan dengan kompas penunjuk arah. Nah, demikian juga diri kita
diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat,
talenta serta kemampuan yang luar biasa oleh Allah dan diberi hati
nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalani perahu kehidupan
kita secara baik dan benar. Kesejatian hidup kita adalah berlayar
mengarungi samudra, menembus badai, menghalau gelombang dan menemukan
pantai harapan kebahagiaan kita dan keselamatan hidup abadi.
Namun sehebat apapun perahu, yang dbuat dari kayu yang bermutu tinggi, dilengkapi layar yang bagus dan peralatan yang canggih, tidak ada gunanya bila hanya di tambat di dermaga. Artinya, kita sudah diberi akal budi/otak, hati nurani, kemampuan, talenta yang khas oleh Allah bagi setiap orang, tapi itu tidak pernah dikembangkan, diberdayakan, malas untuk melakukan sesuatu, dan tidak menggunakannya dengan baik untuk kebahagaiaan diri dan sesama, maka kita seperti perahu yang ditambat, tidak bisa berkembang, jalan di tempat. Dermaga adalah tempat anda memulai hidup anda, dan bisa juga diartikan sebagai masa lalu anda. Tali penambat itu adalah kemalasan, ketakutan, dan penyesalan anda, kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, luka-luka batin yang belum disembuhkan, yang sering menghambat kita untuk memulai melakukan sesuatu dan berjuang untuk keluar dari masa lalu kita.
Saudara-saudariku, jangan buang waktu dan energi untuk selalu memikirkan masa lalu anda, kekuatiran hidup Anda. Jangan menyia-nyiakan segala kemampuan, kesempatan yang telah dianugerahkan oleh Allah. Lepaskan tali kemalasan Anda, lepaskan ikatan kekuatiran dan ketakutan yang membelenggu anda, lepaskan segala pikiran-pikiran yang menghambat anda untuk maju. Jangan biarkan diri anda tertambat dalam kecemasan, kekuatiran dan penyesalan masa lalu anda. Berlayarlah, lakukan sesuatu yang berguna bagi hidup anda dan keluarga anda, serta apa yang anda impikan dalam hidup ini. Aktifkanlah segala kemampuan dan talenta dalam diri Anda, gunakanlah segala potensi diri dan bantuan orang-orang di sekitar anda dan ciptakanlah segala yang baik dalam hidup anda demi kebahagiaan anda dan sesama.
Ingat bahwa, yang memisahkan perahu dan pantai impian anda, adalah angin badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan kebahagiaan dan keselamatan adalah tantangan, cobaan/godaan yang anda hadapi dalam hidup ini, masalah-masalah yang selalu menggerogoti pikiran anda, tawaran-tawaran duniawi yang bisa memisahkan Anda dari Sang Tujuan hidup anda. Sebenarnya, di sinilah kemampuan, martabat/harga diri dan kesejatian hidup anda diuji oleh Allah. Hakekat perahu adalah terus berlayar menembus rintangan mencapai pulau yang dituju. Dan hakekat hidup kita adalah berkarya, dan melakukan kebaikan agar kita bisa menemukan kebahagiaan. Jangan lupa sertakan Allah selalu dalam pelayaran hidup anda, karena bersama-Nya, dan melalui-Nya, kita akan mendapat pertolongan, diarahkan pada yang tujuan yang benar, serta dibawa kepada jalan kebahagiaan dan keselamatan. Allah mencintai anda dan Dia mau agar anda mengembangkan diri anda secara baik demi kehabagiaan hidup anda dan sesama. Cintailah dan hargailah hidup anda.
Namun sehebat apapun perahu, yang dbuat dari kayu yang bermutu tinggi, dilengkapi layar yang bagus dan peralatan yang canggih, tidak ada gunanya bila hanya di tambat di dermaga. Artinya, kita sudah diberi akal budi/otak, hati nurani, kemampuan, talenta yang khas oleh Allah bagi setiap orang, tapi itu tidak pernah dikembangkan, diberdayakan, malas untuk melakukan sesuatu, dan tidak menggunakannya dengan baik untuk kebahagaiaan diri dan sesama, maka kita seperti perahu yang ditambat, tidak bisa berkembang, jalan di tempat. Dermaga adalah tempat anda memulai hidup anda, dan bisa juga diartikan sebagai masa lalu anda. Tali penambat itu adalah kemalasan, ketakutan, dan penyesalan anda, kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, luka-luka batin yang belum disembuhkan, yang sering menghambat kita untuk memulai melakukan sesuatu dan berjuang untuk keluar dari masa lalu kita.
Saudara-saudariku, jangan buang waktu dan energi untuk selalu memikirkan masa lalu anda, kekuatiran hidup Anda. Jangan menyia-nyiakan segala kemampuan, kesempatan yang telah dianugerahkan oleh Allah. Lepaskan tali kemalasan Anda, lepaskan ikatan kekuatiran dan ketakutan yang membelenggu anda, lepaskan segala pikiran-pikiran yang menghambat anda untuk maju. Jangan biarkan diri anda tertambat dalam kecemasan, kekuatiran dan penyesalan masa lalu anda. Berlayarlah, lakukan sesuatu yang berguna bagi hidup anda dan keluarga anda, serta apa yang anda impikan dalam hidup ini. Aktifkanlah segala kemampuan dan talenta dalam diri Anda, gunakanlah segala potensi diri dan bantuan orang-orang di sekitar anda dan ciptakanlah segala yang baik dalam hidup anda demi kebahagiaan anda dan sesama.
Ingat bahwa, yang memisahkan perahu dan pantai impian anda, adalah angin badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan kebahagiaan dan keselamatan adalah tantangan, cobaan/godaan yang anda hadapi dalam hidup ini, masalah-masalah yang selalu menggerogoti pikiran anda, tawaran-tawaran duniawi yang bisa memisahkan Anda dari Sang Tujuan hidup anda. Sebenarnya, di sinilah kemampuan, martabat/harga diri dan kesejatian hidup anda diuji oleh Allah. Hakekat perahu adalah terus berlayar menembus rintangan mencapai pulau yang dituju. Dan hakekat hidup kita adalah berkarya, dan melakukan kebaikan agar kita bisa menemukan kebahagiaan. Jangan lupa sertakan Allah selalu dalam pelayaran hidup anda, karena bersama-Nya, dan melalui-Nya, kita akan mendapat pertolongan, diarahkan pada yang tujuan yang benar, serta dibawa kepada jalan kebahagiaan dan keselamatan. Allah mencintai anda dan Dia mau agar anda mengembangkan diri anda secara baik demi kehabagiaan hidup anda dan sesama. Cintailah dan hargailah hidup anda.
Sabtu, 08 Desember 2012
3 Hal Dalam Hidup
3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan
Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti^^
Time is free but it’s priceless, u can’t own it but u can use it. U can’t keep it but u can spend it =)
Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.
Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.
*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah^^
Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan.
*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya^^
3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan
Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.
Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.
Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita^^
Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan^^
3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta
Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.
Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.
What is the difference between blood and friend?
>>Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan^^
If love hurts, then love some more.
If love hurts some more, then love even more.
If love hurts even more, then love till its hurt no more^^
Sumber : http://www.kisahinspiratif.com/3-hal-dalam-hidup.html
Langganan:
Komentar (Atom)