Sabtu, 29 Juni 2013

Kebersamaan Kami Terkait Lima Hal




Jika kami sering mendengar dan mengatakan bahwa jalan da’wah ini adalah jalan yang ditempuh para nabi, maka kami pun seharusnya sudah menyadari karakter perjalanan ini yang memang bukan perjalanan yang nikmat dan nyaman serta penuh santai. Rasulullah saw telah memberitahukan kami tentang tabi’at orang-orang yang mengikuti jalan perjuangannnya. Tapi inilah jalan yang sudah kami pilih, untuk kami lalui dalam hidup dan menuju kebahagiaan hakiki di akhirat.

Maka, kami harus berusaha mengikat diri dengan jalan ini, dan dengan saudara-saudara kami di jalan ini. Ada lima ikatan yang setidaknya mengharuskan kami tetap berada di sini.

Pertama, rabithatu al ‘aqidah (ikatan aqidah). Tali ikatan aqidah Islamiyah yang menyatukan kami dengan jalan ini. Kesamaan imanlah yang menghimpun dan mengikat kami bersama saudara-saudara kami di sini.

Kedua, rabithatu al fikrah (ikatan pemikiran). Sejak awal, kebersamaan kami di jalan ini memang dibangun oleh kesamaan cita-cita dan pemikiran. Kami disatukan oleh kesamaan ide, gagasan, keinginan, dan cita-cita hidup yang kami yakini merupakan sarana yang bisa menyampaikan kami kepada keridhaan Allah swt.

Ketiga, rabithatu al ukhuwwah (ikatan persaudaraan). Tak ada yang melebihi warna jiwa kami setelah keimanan kepada Allah, kecuali suasana persaudaraan karena Allah swt di jalan ini. Kami di jalan ini, terikat dengan ruh persaudaraan yang tulus. Ruh persaudaraan yang tersemai melalui kebersamaan kami berjalan dan memenuhi banyak tugas-tugas da’wah yang kami jalani. Kami berharap, persaudaraan kami di jalan ini adalah seperti yang digambarkan oleh Rasulullah, tentang golongan orang-orang yang dinaungi naungan Allah di hari kiamat. Di mana salah satu golongan itu adalah: Orang yang saling bercinta karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah swt.

Keempat, rabithatu at tanzhim (ikatan organisasi). Perencanaan dan keteraturan langkah-langkah kami di jalan ini, sudah tentu menandakan kami harus puka memiliki sebuah organisasi yang mengatur kami. Dalam organisasi da’wah ini, berlakulah ketentuan sebagaimana orang yang bekerja di dalam sebuah perusahaan, dan harus terikat dengan ragam peraturan yang diberlakukan. Seperti itulah kebersamaan kami di jalan ini. Kami juga mempunyai disiplin dan aturan yang disepakati untuk diberlakukan selama kami berada di jalan ini. Dan kamipun terikat dengan peraturan-peraturan itu.

Kelima, rabithatu al ‘ahd (ikatan janji). Di jalan ini, kami masing-masing telah mengikrarkan janji. Janji yang paling minimal adalah janji yang tercetus dalam hati kami, dalam diri kami sendiri, kepada Allah swt. Atau bahkan, juga janji kepada saudara-saudara perjalanan untuk tetap setia dan mendukung perjuangan. Kami terikat dengan dua jenis janji itu.

Andai di tengah perjalanan, kami harus mengalami terpaan ujian, fitnah, godaan, dan rayuan. Kami berharap kelima buhul ikatan kami itu tidak pernah bisa menghempas kami dari jalan ini.
Aamiin.

Dikutip dari buku “Beginilah Jalan Da’wah Mengajari Kami”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar